Minggu, 13 September 2009

Ketika Mendapat Ikan pun Dipermasalahkan

Oke.. Setelah lama sekali saya tidak mempost blog, hari ini tanpa diduga2 ternyata saya mendapat pencerahan yang membuat saya bisa mempost entri blog baru ini.. haha..
Post kali ini tentang beberapa cara orang dalam mendapatkan ikan. Pertama,kenapa saya menggunakan kata “mendapat” bukannya memancing atau menjala? Karena memancing dan menjala ikan adalah salah satu cara “mendapat” ikan. Jadi di entri blog saya yang baru ini, saya ingin berurusan dengan kata2 yang lebih umum yaitu “mendapat”. Lalu, kenapa “ikan”? Bukan ayam, kambing, sapi, monyet, atau yang lainnya? Karena ikan itu yang paling mewakili saja. Kalau dibandingkan dengan manusia, ikan tuh punya cara hidup yang berbeda 180 derajat.. Dari cara nafasnya aja, ikan itu dirancang buat nafas di dalam air dengan insang dan bakal glepek2 kalo dibawa keluar dari habitatnya yaitu air.. Kalo manusia, ya kebalikannya deh. (lagipula saya juga tidak ingin pakai kata ayam lagi) Terus, kenapa harus pakai hewan yang cara hidupnya paling berbeda? Hmm, nanti setelah membaca post saya ini juga anda bisa mengerti sendiri kok.. hehehe..

Yak.. Sekarang kita mulai masuk ke bagian isi dari post saya ini, yaitu tipe-tipe orang dalam mendapat ikan.
1. Tipe pemancing biasa.
Tipe ini memancing ikan dengan biasa saja, ikannya kemudian dibakar atau digoreng. Pokoknya biasa sekali deh, gak ada yang menarik buat diceritakan.. Tipe ini saya masukkan sebagai pembanding dengan tipe2 yang lainnya, kalo istilah kimia analitiknya sih sebagai ‘blanko’.

2. Tipe “fly fishing”
Fly fishing itu cara memancing ikan dengan menangkapnya dengan umpan-bukan-makhluk-hidup-yang- biasanya-sangat-menarik-bagi-si-ikan.. Si yang namanya umpan tersebut bisa melayang2 di air kayak makanan ikan sehari-hari, tapi lebih menarik karena warna dan bentuknya. Kalau yang sudah dimasukkan dalam tipe ini biasanya memang orangnya sudah mempunyai ketertarikan tersendiri terhadap hal yang namanya memancing.

3. Tipe “fishing just for fun”
Kalau tipe ini saya gak ngerti harus dimasukkan ke dalam golongan pemancing baik atau jahat.. Pernah ada seorang teman yang memberi tahu saya bagian terbaik dari mendapatkan ikan adalah proses memancingnya itu sendiri. Saat memancing biasanya seringkali orang deg-degan dan berharap-harap cemas seperti apa ikan yang bakal dia dapat. Nah, tipe ini biasanya paling menikmati saat2 pemancingan berlangsung. Dan ,the best part-nya adalah saat kita memperoleh ikan yang besar dan keren. Biasanya setelah ikan diperoleh, langsung dikembalikan lagi ke laut /sungai. Tipe ini sekali memancing gak cukup kalo cuma dapet 1 ikan. Biasanya setelah dapet 5 -6 ikan atau lebih ato sampai si pemancing puas, baru deh kegiatan mancing – memancingnya dihentikan sementara.

4. Tipe tarik ulur
Tipe ini biasanya sudah dipersenjatai dengan yang namanya umpan pemikat yang mahal dan peralatan memancing yang lengkap. Intinya sih modalnya sudah ada.. Nah, masalahnya tinggal timing penarikan ikan tersebut. Biasanya orang tipe ini akan dengan mudah mendapatkan umpannya termakan. Tapi, yang sangat disayangkan adalah tipe ini, entah memang gak tahu timing yang pas atau memang tenaganya pas-pasan, jadinya doi cuma menarik ulur pancingannya saja.. hohoho.. Biasanya kalau soal memancing, doi gengsinya amat tinggi – tinggi sekali jadi haram hukumnya kalo doi meminta bantuan orang lain.. hehe.. Orang tipe ini lambat laun harus menerima kenyataan bahwa benang pancing itu gak sekuat besi. Jadi kalo kelamaan ditarik ulur ya bakal putus lah..

5. Tipe pemancing tengah malem di kali
Kalo tipe pemancing ini biasanya dia memancing di tempat tak biasa tapi ikannya banyak (emang di mana ya tuh?).. Ya, pinter – pinternya dia lah. Orang – orang sih cuma taunya dia pergi malem, terus pulangnya tiba2 udah bawa ikan aja. Wew..

6. Tipe nelayan
Tipe ini adalah tipe yang paling maruk kalo soal menangkap ikan. Dari kegiatan mendapat ikannya aja udah beda namanya. Kalo yang di atas tadi masih bisa disebut memancing, kalo yang ini udah masuk ke menjala. Artinya, sekali tangkep bisa dapet banyak ikan. Asal tahu saja, metode menjala itu paling pas untuk menangani ikan2 yang senang pergi bergerombol /berkoloni.. hahaha..

7. Tipe gak modal
Kalo tipe nelayan itu paling maruk, tipe ini paling gak tau diri. Modalnya tuh cuma buat mancing di selokan tapi pengennya mancing di laut.. Alhasil, kapalnya nebeng orang, pancingannya minjem, umpannya juga minjem. Orang tipe ini sedikit sekali yang betul2 berhasil dapet ikan laut yang gede. Yaa, mana ada juga sih orang yang rela bawa2 orang gak bermodal buat nambah2in saingan pas mancing.. Entar kan kalo yang dapet ikannya si orang tanpa modal ini, ribut deh, saling mengklaim.. haha..

8. Tipe “saya kan gak suka ikan”
Tipe ini, seperti yang sudah saya jelaskan di judul-nya, emang gak suka sama ikan.. Mereka ya sukanya udang, kepiting, cumi-cumi, dan mungkin gurita.. Yah, yang namanya di laut kan isinya gak cuma ikan doang.. Buat variasi juga lah. (OOT sih tapi harus disertakan biar lengkap)

9. Tipe nyolong ikan
Seperti yang sudah disebutkan di atas, di blog ini dibahas tipe – tipe orang mendapatkan ikan di laut. Jadiiii, tipe ini harus dibahas juga dong. Yaa, seperti namanya orang tipe ini umumnya bernyali besar sampai bisa melakukan perbuatan yang kebanyakan orang menyebutnya nekat. Seharusnya orang bertipe ini sudah siap lahir batin kalo sampe perbuatannya diketahui orang banyak, dan kebanyakan orang yang mencuri itu gak siap (jadi yaaa gitu deh).. Ujung – ujungnya sih entah orang ini bakal dipermalukan di depan umum atau dihajar di depan massa, ya cuma si massa-nya yang tau. haha..
NB : tipe ini gak berhubungan ama tokoh2 di entri blog terdahulu yaitu “Si Maling Ayam”. Jadi, jangan pernah bilang kalau saya belum memberi pernyataan langsung tentang blog ini ya..

10. Tipe dipancingin
Di sekitar orang bertipe ini biasanya banyak sekali orang – orang kepo yang suka ikut campur dalam masalah pemancingan yang akan dilakukan. Ujung-ujungnya malah orang ini gak memancing tapi orang lainlah yang memancingkan ikan untuk dia. Umumnya orang bertipe dipancingin terdiri dari 2 tipe, yaitu: tipe saya-kan-gak-bisa-memancing dan tipe saya-kan-gak-boleh-memancing..

Pesan moral : tipe apapun yang disebutkan di atas itu pilihan, dan blog ini bukan dengan sengaja dibuat untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu.. Tetapi, blog ini dibuat untuk mengungkapkan realita saja..

Oke, sepertinya sudah cukup banyak yang saya tulis di entri blog kali ini.. Jadi, ya untuk postingan kali ini disudahi dulu saja sampai di sini. Terima kasih.

Kamis, 05 Maret 2009

Antivirus ato virus??

Postingan kali ini sih singkat saja..
Pada awalnya si x ini virus komputer..
Tau kan virus komputer kerjanya ngapain..
Tapi, dengan sedikit mutasi dari campur tangan pihak manusia..
Si x ini berubah jadi antivirus..
Tau kan antivirus yang asalnya dari virus..
Intinya sih..
Dia masih merasa dirinya virus, tapi program dan kelakuan kerjanya udah beda 180 derajat..
Malah dia deprogram buat nge-delete si virus-virus lainnya..
Mungkin namanya juga udah jadi antivirus, tapi kalo di scan ama antivirus lainnya masih ke-detect sebagai virus..
Hmm…
Kalo dalam kasus ini si virus kan berubah jadi antivirus gara-gara ada campur tangan pihak manusia..
Jadi intinya dia kepaksa??
Mungkin aja..
Naah, kalo ceritanya si virus ini jadi antivirus tanpa campurtangan pihak manapun..
Dan sesuai dengan kemauannya sendiri..
Namanya TRA*TOR donk!! (bukan traktor lho!!)

Pesan moral:
Kalo maksudnya si virus ingin mencari teman sebanyak-banyaknya dengan berubah jadi antivirus, salah besar cuy! Seperti yang gw bilang tadi, antivirus bakal tetep nge-detect si antivirus TRA*TOR tadi sebagai virus..
Kalo jadi antivirus, ya antivirus aja.. Gak usah sok-sokan jadi virus dah..

Minggu, 01 Februari 2009

Si Maling Ayam

Udah lama gak ngepost nih..
Gara-gara internet gw error..
*argh!*
Gak lama kompie gw pun menysusul errornya (gak bisa buka dokumen sendiri)..
*argh!* lagi
Dan sepulang dari KulKer tiba-tiba gw sakit tenggorokan..
Gak nyambung sih tapi tetep *argh!*
Ehm..
Kembali ke post-an gw deh..

*****************************************************************************************
Di sebuah desa ada seorang pemuda yang belum punya pekerjaan..
Karena merasa hidupnya kesusahan, dan juga merasa gak mampu untuk melamar kerja di kota..
Akhirnya dia cuma jadi pengangguran di desa..
Selama jadi pengangguran dia berpikir..
“Gimana kalo gw jadi copet aja deh!”
“Kalo soal kecepatan berlari sih gw bisa laah!! Gampang dah!!”
Esoknya dia pun mencoba melakukan aksinya yang pertama..
Karena targetnya terbatas (di desa jarang yang punya uang banyak) akhirnya dia memutuskan untuk maling ayam..
Setelah mengamati keadaan sekitar rumahnya, dia pun memutuskan untuk mencuri ayam kepunyaan tetangganya..
Karena pemiliknya kebetulan sedang tidak ada di tempat, dia pun langsung masuk dan mengambil si ayam tersebut..
Si pemuda sepertinya sedang apes karena aksinya yang pertama ternyata langsung diketahui pemiliknya..
Tanpa berlama-lama si pemilik ayam langsung meneriaki si pemuda “MALIIING!!!”
Dan apesnya lagi ternyata banyak orang sekitar rumah si pemilik ayam tersebut yang langsung mengejar si pemuda tersebut..
Si pemuda pun langsung mengambil langkah seribu dan meninggalkan tempat tersebut..
Kejar-kejaran pun terjadi di komplek tersebut..
Sebenarnya si pemuda sudah dapat meninggalkan orang-orang yang mengejarnya karena kecepatan berlarinya yang cukup tinggi..
Tetapi ayam yang dia curi ternyata tidak berhenti bersuara hingga sulit bagi si pemuda untuk menemukan tempat persembunyian..
Si pemuda yang sudah merasa kecapaian akhirnya mendapatkan ide..
Dia melihat seorang pemuda lainnya (kita panggil pemuda 2) yang seumuran dan memakai warna baju yang sama dengannya..
Tanpa pikir panjang dia langsung memberikan ayam tersebut pada si pemuda 2 tersebut..
Untuk lebih meyakinkan aksinya ia pun ikut berteriak “MALIING!! INI MALINGNYA SUDAH SAYA TANGKAP!!”
Para penduduk yang tadi mengejar pun berdatangan kemudian terdiam..
Bingung dengan aksi si pemuda pertama ..
Si pemuda 2 pun ikut bingung dan terdiam..
Penduduk yang mengejar yang ternyata sudah mengenali bahwa malingnya adalah si pemuda pertama dan bukan pemuda 2 langsung mengeroyok si pemuda pertama..
Karena para penduduk juga kesal karena merasa dibodohi si pemuda, hajaran yang diberikan pada si pemuda pun lebih keras dan dahsyat..
Dan babak belurlah si pemuda pertama dihajar massa..

Pesan moral :
1. Ayam hidup bukan pilihan untuk dicuri.. Kecuali kalau ayamnya udah dibikin tidak bisa bersuara dulu (seperti dalam bentuk ayam potong atau yang lainnya)..
2. Maling teriak maling itu dosanya dobel..
3. Jangan pernah berpikir kalau orang lain itu lebih bodoh daripada kita (dalam kasus ini si pemuda berpikir kalau orang-orang yang mengejarnya itu bisa dengan mudah dikelabui dengan triknya)..
4. Daripada nyopet ayam mending beli ayam (makannya kerja donk bang biar dapet duit!)..

*****************************************************************************************
Hahaha..
Tambah geje aja nih blog gw..

Rabu, 24 Desember 2008

Si Kereta Listrik dan Problematikanya

Ini adalah sebuah cerita tentang sebuah kota kecil yang bingung dengan kondisi transportasinya..
Kota kecil ini biasa menjalankan kegiatan transportasinya dengan kereta api konvensional..
Bahan bakarnya masih batubara..
Tau sendiri lah, kalau batubara dibakar apa yang bakal kita dapat?

ASAP!

Yah, mungkin energinya cukup untuk menjalankan KA..
Tapi polusi-nya itu lho!
Hal lain yang juga perlu diceritakan adalah keadaan penumpang KA-nya itu sendiri..
Sudah teraturkah???
Tentu saja BELUM!!
Masih ada copet di dalam kereta api..
Masih ada penumpang yang bener-bener “numpang” naik KA..
Gak punya tiket tapi mau ikut-ikutan naik..
Akhirnya semrawutlah si KA..
Ada yang naik di atas gerbong..
Ada yang punya tiket tapi gak kebagian tempat duduk..
Akhirnya orang-orang yang gak tahan dengan keadaan si KA sekarang memutuskan buat bawa mobil sendiri..
BAGUS??
Tambah banyak mobil artinya tambah banyak polusi..
Begitulah kira-kira keadaan si kota kecil sekarang..

Ok, karena merasa cukup miris dengan kotanya sendiri, si walikota akhirnya punya sebuah pemikiran..
Bagaimana kalau kita pasang kereta listrik saja??
Mungkin bakal menguras banyak uang lagi..
Tapi pikirkan manfaatnya..
Polusi-nya bisa direduksi besar-besaran !!
Hmmm…
Memang bagus ide-nya, Pak!
Tapi kalau pelaksanaannya gak bener..
Kalau masih ada copet di kereta..
Kalau masih ada yang gak bayar tiket..
Kalau masih ada yang memilih naek mobil..
Dan kalau-kalau yang lainnya..
Bagaimana??

Bukan pertanyaan yang mudah dijawab lho !!
Bila kita berandai-andai semua “kalau-kalau” di atas memang terjadi..
Udah mahal-mahal pasang kereta listrik..
Masih semrawut juga keretanya.. Masih banyak juga polusinya..
BUANG-BUANG DUIT DONK??
Ehm..
Ya mau bagaimana lagi??

Kalau kita pingin sesuatu yang lebih baik ya harus BERUBAH..
Bikin perubahan itu yang sulit..
Banyak orang yang pemikirannya emang gak sejalan..
Banyak orang yang pemikirannya masih kolot..
Dan banyak orang yang malas ikut perubahan..
Ya, kalau dalam kasus di atas sih masih adanya orang-orang katro yang bilang..
Itu kereta listrik ya?
Ntar kalo saya naek, bisa kesetrum donk..


Ok, jadi apa yang harus dilakukan si walikota?
Bikin citra per”kereta-listrik”an yang baik..
Bikin citra baik itu gak gampang lho..
Butuh waktu yang lama..
Soalnya di sini menyangkut yang namanya “kepercayaan” penumpang terhadap si walikota dan perusahaan pengelola kereta listrik-nya..
Perlu ada pemberantasan copet..
Perlu ada penertiban pembelian tiket..
Perlu juga ada penambahan pajak barang mewah..
Perlu juga dilakukan penambahan fasilitas di kereta api..
“Kalau bisa ada makan pagi!!” Kata seorang ibu rumah tangga..
“Ada hotspot juga donk !” Celetuk seorang businessman..
“Ada bangku pijit-nya juga, ya!” kata nenek-nenek yang tak mau ketinggalan..
Dan masih banyak lagi..

Yang penting..
Tiap orang yang punya tiket itu orang penting..
Harus diperlakukan dengan sebaik mungkin..
Yang penting..
Tiap orang merasakan kebutuhan untuk naik kereta listrik ini..
Mungkin kesannya maksa..
Tapi..
Coba kita pikir..
Kalo emang semua orang bisa naik kereta listrik..
Berapa banyak polusi yang bisa kita kurangi??

Senin, 08 Desember 2008

Kisah Para Bebek

Segerombolan bebek berlarian menuju akademi petelur..

Bebek-bebek yang malang..

Takdir hidupnya cuma dua..

Kalau tidak jadi bebek petelur, ya jadi bebek potong..

Bebek potong hidupnya singkat..

Saking singkatnya mungkin saja besok malam, salah satu di antara bebek-bebek itu sudah tergantung dan berlumur bumbu di restoran..

Kalau bebek petelur lain lagi..

Hidupnya lebih panjang..

Makanannya lebih sehat..

Tempat tinggalnya juga berbeda dengan si bebek potong tersebut..

Konsekuensinya, bebek ini harus siap menyediakan telur 1 buah per minggu..

Kalau tidak produktif lagi, akhir hidupnya bakal sama seperti bebek potong di atas..

Ok.. Jadi kita sudah sampai kepada pengertian, kenapa si bebek-bebek itu masuk akademi petelur..

Hidup di akademi petelur tidak mudah..

Di sana bebek belajar membuat telur-telur yang bagus dan baik..

Bukan telur yang retak, ataupun busuk..

 

Bagaimana kisah si bebek-bebek tersebut selanjutnya?

Ada yang rajin belajar di akademi tersebut..

Cita-citanya memang jadi petelur unggul..

Ada juga yang terlalu malas untuk menjadi petelur..

Mereka lebih suka bermalas-malasan dan bersenang-senang..

Mereka lebih suka menunggu takdir mereka untuk disembelih sebagai bebek potong..

 

Singkat kata, bebek-bebek ini telah selesai belajar di akademi tersebut..

Selesai belajar bukan berarti semuanya telah beres..

Mereka masih harus menghadapi ujian bertelur..

Ada yang langsung berhasil, ada yang kurang berhasil..

Yang kurang berhasil akhirnya harus menghadapi ujian perbaikan..

Pada akhirnya sebagian besar bebek itu memang menjadi bebek petelur..

Yang malas akhirnya mendapat status bebek potong..

 

Akhirnya, sesuai dengan perjanjian si bebek petelur harus menghasilkan telur minimal 1 buah per minggu..

Jangan sampai bebek petelur berubah statusnya jadi bebek potong..

Sementara bebek-bebek potong yang terlalu malas untuk jadi bebek petelur malah asik bermain-main dan bersenang-senang..

Lalu sampai pada hari di mana hari pemotongan terjadi..

Bebek potong meninta bantuan si bebek petelur..

Akhirnya si bebek petelur mengijinkan si bebek potong itu menginap di pondok petelur mereka..

Kan kita bersaudara..

Sama-sama bebek..

Pikir para bebek petelur..

Dan selamatlah si bebek-bebek potong tersebut..

Begitu seterusnya setiap ada hari pemotongan..

Dan bebek potong pun semakin tidak sungkan..

Sedikit-sedikit masuk ke pondok petelur..

Bahkan sampai minta dibagi makanan si bebek petelur yang sehat..

 

Suatu hari, diadakan kontes mencari petelur terbaik oleh beberapa bebek..

Bebek-bebek petelur ini tentu saja berpartisipasi semua..

Ada bebek potong yang ikut berpartisipasi juga..

Dan diperbolehkan oleh si penyelenggara kontes..

Namanya juga sama-sama bebek..

Kita semua kan bersaudara..

*HUH*

Singkat kata, para bebek petelur bersiap-siap memeriahkan kontes tersebut..

 

Pada pengumuman pemenang, akhirnya diputuskan ada beberapa petelur terbaik..

Dan yang mengejutkan, ternyata salah satu bebek potong ada di antara-nya..

YA JELAS LAH WONG NI BEBEK KERJAANNYA CUMA MOLOR MAKAN DOANK

TIAP HARI MINTA DIBAGI MAKANAN SEHATNYA SI BEBEK PETELUR LAGI

NI BEBEK MANA PUNYA PIKIRAN SOAL : “MINGGU DEPAN BISA BERTELOR GAK YA GW??”

 

Bagaimana tangapan si bebek petelur lainnya??

Ada yang cuek, ada yang biasa saja, ada yang memang menentang, ada yang mendukung..

Yang mendukung ini kacrut..

Yang menentang dianggapnya LEBAY

“Biasa aja deh, namanya juga sama-sama bebek!”

BAHLUL ENTE!

 

OK, pertanyaannya begini..

SI BEBEK PETELUR YANG MENDUKUNG ITU NGERTI GAK SIH??

RASANYA SI BEBEK PETELUR YANG KALAH KONTES??

MENGAHARGAI GAK SIH??

USAHA DIA DAN TEMAN-TEMANNYA UNTUK BELAJAR DI AKADEMI PETELUR??

USAHA DIA DAN TEMAN-TEMANNYA UNTUK MENGHASILKAN TELUR TIAP MINGGU??

 

SI BEBEK PETELUR INI NGERTI GAK SIH??

ESENSI-NYA MASUK AKADEMI PETELUR??

KALO EMANG AKADEMI ITU UDAH GAK GUNA LAGI..

YA DIBUMIHANGUSKAN SAJA

BUAT APA ADA AKADEMI??

TOH, ISINYA GAK BISA MENGHARGAI SI AKADEMI DAN BEBEK-BEBEK DI DALAMNYA

YANG BERUSAHA MATI-MATIAN MENGHASILKAN TELUR..

 

Enak banget kalo gitu jadi bebek potong..

Nyampah aja..

Ntar juga menang kontes bebek petelur terbaik koq..

*HUH*

 

 

 

Rabu, 03 Desember 2008

50 Tahun Lagi??

Kalo mikirin soal 50 taun lagi, kayaknya memang masih lama bgt yah..

Apakah gw masih bisa sampai pada waktu itu??

Hmm, biar Tuhan aja yang tahu..

Nah, ketika gw sedang (tiba-tiba) merenung gak jelas dengan topik di atas, gw menemukan suatu keadaan yang mungkin saja terjadi kalau gw dan teman-teman gw masih hidup sampai 50 tahun lagi..

Yaitu punya CUCU..

Well, si cucu ini (kalau kita mengambil referensi majalah-majalah seperti bobo atau beberapa buku cerita anak)biasanya akan sangat dekat dan dimanjakan oleh kakek/nenek mereka..

Entah dengan dibacakan cerita atau dengan dibelikan mainan ataupun permen..

Apa 50 tahun lagi masih begitu?

 

Gw sedikit membayangkan beberapa teman gw kalau sudah punya cucu dan saling mengobrol..

Cucu laki-laki sudah puber : “ Kek, tau gak kek, guru di sekolah saya katro (apa bahasa ini masih populer?) lho! Masa dia ngomong keju coba (e seperti dalam kata sekarang & ke mana) harusnya kan keju (e seperti dalam kata sepak bola & setan) ya?”

Kakek O : (kelepasan) “ Cu, jangan gitu kita semua juga punya..”

Cucu laki-laki sudah puber:  

Pesan moral : hati-hati kebiasaan seperti ini mungkin terbawa sampai tua..

 

Cucu polos: “Nek, aku sudah lebih tinggi dari nenek lho

Nenek A : ”Wah, cucu nenek hebat udah gede sekarang ya..”

Cucu polos: “Nek, koq nenek gak tinggi-tinggi juga sih padahal udah tua.”

Nenek A : (Males ngejelasin kalau laju pertumbuhannya memang lambat) “Ah biar gini juga nenek dulu dibilang imut koq

Cucu polos: (kaget) “ Masa keriput gitu dibilang imut??”

Nenek A : …

Pesan moral : Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dipaksakan..

 

Cucu baru puber : “Kek, ceritain donk dulu kakek waktu kuliah ngapain aja?”

Kakek A : (semangat) “Dulu seru lah temen kuliah kakek ada yang blababla…  Kakek juga pernah sampai kecipratan susu lho

Cucu baru puber : “SUSU? Susu siapa?”

Kakek A : (gak sejalan dengan pemikiran cucunya) “Itu loh, temen kakek si kakek ****N “

Cucu baru puber : (antusias) “Susu cowok? Gimana caranya?”

Kakek A : …

Pesan moral : hati-hati dengan cucu anda yang baru puber

 

Kakek A yang ini sama dengan kakek A yang di atas..

Kakek A : “Cu, kamu harus rajin belajar loh biar pinter kaya kakek, jangan pacaran aja.. Kecil-kecil koq udah pacaran..

Cucu : ”Kakek emang dulu gimana?”

Kakek A : “Oh, iya dulu kan kakek rajin belajar jarang ngurusin yang namanya pacaran..”

Cucu : “Masa sih.. Koq sedikit beda sama omongannya nenek.”

Kakek A : “Emang nenek ngomong apa?”

Cucu : “Si nenek pernah bilang gini: Kakek kamu sih dulu gak pernah gonta-ganti pacar..”

Cucu : “Aku kan bales nanya : Wah kakek dulu alim ya?”

Cucu : “Terus si nenek bilang gini : Bukan, incerannya si banyak banget..”

Cucu : ”Aku bales nanya lagi : Lha terus??”

Cucu : “Si nenek bilang lagi : Belom sempet nembak udah ditolak..”

Kakek A : …

Pesan moral : Banyak hal yang sebaiknya tidak diceritakan kepada pasangan anda..

 

Kakek A ini, beda dengan kedua kakek A di atas..

Cucu : “Kek, coba senyum deh!”

Kakek A : *Senyum* “Kenapa, Cu?”

Cucu : “ De, Dede Liat tuh si kakek, kalo senyum kaya orang di acara kriminal di TV kemaren, yang masuk penjara itu loh!!”

Kakek A : …

Pesan moral : …*no comment*

 

Well, kembali dari dunia khayalan gw..

Ada yang mau nambahin?

 

 

Sabtu, 29 November 2008

PORMALITAS

Setelah dua post yang abstrak dan bikin beberapa orang gak ngerti, post ini bakalan berisi tentang pengalaman gw dengan sebuah angkot dan dengan supirnya sebagai tokoh antagonis..

Ceritanya berawal keitka gw sedang berada di pinggir jalan dan ingin menyetop yang namanya angkot jurusan Cicaheum-Ciwastra..

Waktu itu, kebetulan gw sedang ada janji untuk pembicaraan awal labtek dengan seorang dosen berinisial JK..

Hari SABTU..

*sigh*

Setelah beberapa lama menunggu akhirnya gw melihat sesosok angkot yang tidak biasa..

Sebenarnya rodanya masih 4, bentuknya masih seperti minibus, masih ada supirnya juga...

Yang bikin tidak biasa itu ada tulisan besar di bagian depan di angkot tersebut..

Warnanya kuning ngejreng banget..

Tulisannya “PORMALITAS”

Errr..

Singkat kata, gw akhirnya menyetop angkot tersebut..

Pertama gw masuk, seperti yang dilakukan orang kebanyakan yaitu gw mencari tempat duduk..

Di dalem angkot ada 5 orang + 2 orang di depan + supir..

Karena tempat duduk yang tersisa cuma yang di kedua ujung belakang saja, maka gw memutuskan untuk duduk di sana..

Baru berjalan 2 - 3 langkah, tiba2 angkot tersebut udah melaju dengan kencang..

Dan gw dengan suksesnya terdorong ke belakang, hampir jatoh terjerembab..

Secara refleks gw bilang “ADUH

Supirnya biasa2 aja dan ngga melakukan perbaikan cara menyetir..

DAMN…

Gw cuma bisa mengumpat di dalam hati..

Tapi, waktu itu gw pikir ”Bagus juga, kalo gini cepet sampe kampus!”

Sekitar 300 meter kemudian..

Si angkot ngetem dengan komposisi penumpang yang masih cukup banyak  (belum ada yang turun lagi)..

Bangke..

Tadi perasaan buru2 amat pas gw naek, eh sekarang malah ngetem..

DAMN..

Umpatan kedua..

Satu menit, dua menit, tiga menit, tiga setengah menit si angkot masih diem..

Sementara beberapa penumpang sudah mulai kesal..

Gw ikut2an kesal..

DAMN..

Umpatan ketiga..

Untungnya gak beberapa lama, si supir bego itu menyadari beberapa penumpang yang sudah kesal  dari tadi..

Si angkot mulai jalan lagi dengan kecepatan normal..

Rupanya tadi si angkot buru2 itu biar gak keduluan angkot lain di tempat ngetem tersebut..

Err..

Setelah sampai di fly over ada penumpang cewe yang naik..

Komposisi orang saat itu 1 orang di depan, 3 orang di belakang..

Singkat kata seperti ini:

Cewe: “ Atas bang! (atas itu artinya lewat fly over, kalau bawah artinya lewat pasar yang notabene bakalan bau dan macet serta kemungkinan ada kereta lewat)”

Supir angkot : “ KOSONG KOSONG  KOSONG NAEK NENG CEPET-CEPET

Cewe: *kebingungan*

Si cewe yang kebingungan akhirnya masuk ke angkot.

Karena pada akhirnya si angkot tersebut lewat jalan bawah, si cewek bertanya..

Cewe: “Koq lewat bawah bang?”

Supir angkot : “ Bawah juga kosong neng! Liat tuh jalannya kosong!”

Gak lama setelah supir angkot hina itu beres dengan kata-katanya terlihat antrian mobil..

Trnyata ada beberapa kendaraan yang mau balik arah sehingga mengganggu lalu lintas arah gw..

Karena pada gak mau saling mengalah, akhirnya macet..

Well, setelah kira-kira 3-4 menit berkutat dengan mobil-mobil lainnya akhirnya si angkot ini bisa jalan dengan lancar..

Gw liat si cewe udah kesel banget mukanya..

Setelah beberapa lama akhirnya si angkot terhenti di perempatan kereta api karena ada kereta api lewat..

DAMN..

KOSONG MBAHMU..

Umpatan keempat..

Dan si cewe sudah tambah kesel..

4-5 menit terstop dengan kereta api, akhirnya si angkot jalan kembali..

Si cewe udah kesel banget lah pokoknya..

Perjalananan dia yang harusnya sekitar 2-3 menit, jadi 15 menit gara-gara si angkot “PORMALITAS” itu..

Gw udah mau ngasih pinjem buku Geankoplis gw buat nabok tuh supir bolak-balik..

Tapi gak jadi, karena si cewe keburu turun..

 

Gak lama kemudian..

Ada sedikit kelucuan di angkot itu..

Ada penumpang mau naik yang kejedot pintu angkot..

Kalo cuma kejedot sih biasa..

Tapi ini ditambah dengan “DUH GUSTI ALOH GUSTI ALOH GUSTI ALOH MENI REUWAS PISAN URANG TEH

(aduh ya Tuhan, ya Tuhan, ya Tuhan, kaget banget saya)

Yah2, cukup mengundang perhatian para penumpang angkot lainnya..

 

Singkat kata, gw akhirnya sampai tempat di mana gw harus turun..

Gw turun terus langsung membayar dua ribu lima ratus rupiah ke si sopir..

Itu sesuai dengan tarif standar angkot, udah disesuaikan juga dengan kenaikan BBM kemarin..

Tiba2 dengan songongnya si sopir itu bilang

“Kurang lima ratus lagi!”

DASAR CICAK KERITING, JANGKRIK BUNTING, KAMBING CLUBBING, KECOAK TRIPPING..

Umpatan kelima, keenam, ketujuh, kedelapan..

*argh*